Colorfit Last All Day Lip Paint Around the World (Limited Edition). Get special price only 55K for 100 early buyers
My Account

0 Beauty Point

Ladies, kamu mungkin sudah sering diingatkan tentang efek buruk sinar UVA dan UVB matahari yang mampu mengganggu kesehatan dan kecerahan kulit. Namun, penelitian terbaru membuktikan kalau blue light atau sinar radiasi biru yang berasal dari gadget juga membawa dampak buruk pada kulit. Bahkan, bahaya blue light terhadap kulit bisa jauh lebih fatal, mengingat sinar ini memiliki energi yang lebih kuat dari UVA atau UVB sehingga mampu menembus lapisan kulit epidermis. Lalu, apa saja efek blue light pada kulit dan bagaimana cara menghindarinya? 

 

Mengenal apa itu blue light

Blue light atau yang juga disebut sebagai High Energy Visible (HEV light) adalah bagian dari spektrum cahaya yang terlihat dan memiliki energi lebih besar daripada sinar UVA dan UVB. Sinar ini tidak hanya berasal dari paparan matahari, tetapi juga perangkat digital di sekitar kita. Contohnya saja televisi, laptop, komputer, smartphone, tablet, dan perangkat digital lainnya. 

Pada perangkat digital, sudah sangat jelas diketahui bahwa sinar ini mampu merusak mata, sehingga tidak disarankan untuk berlama-lama di depan gadget. Terutama di malam hari ketika semua lampu telah direduksi. Namun ternyata, bahaya blue light tidak hanya pada mata, melainkan juga kulit. Sinar ini mampu menembus lebih dalam ke dermis kulit karena energinya yang lebih besar. 

 

Paparan blue light bisa ditemukan di mana-mana

Ketika ladies bisa menghindari paparan UVA dan UVB matahari dengan tetap berada di dalam ruangan, sayangnya tidak demikian dengan blue light. Bahaya blue light tetap mengancam sekalipun kamu tinggal di dalam ruangan tertutup seharian penuh. Ini karena sinar biru ini diproduksi juga oleh perangkat digital di sekitar kamu. 

Mengutip wawancara dengan Dr Murad, “Menghabiskan empat hingga delapan jam kerja di depan komputer membuatmu mendapatkan jumlah energi blue light yang sama dengan 20 menit di bawah sinar matahari siang hari.” Sebagai gambaran, tujuh menit paparan sinar matahari pada jam 1 siang cukup kuat untuk membuat kulit jadi lebih gelap atau tanned

 

Bahaya blue light bagi kesehatan kulit wanita

Bahaya blue light akan semakin cepat terasa kalau kamu menghabiskan waktu sehari-hari duduk di depan laptop atau tiduran sambil main smartphone. Berikut ini beberapa dampak buruk sinar biru yang harus ladies ketahui. 

1. Membentuk radikal bebas di dalam kulit

Bahaya blue light yang pertama adalah menimbulkan potensi kerusakan kulit melalui pembentukan radikal bebas. Sinar ini berkontribusi pada penuaan dini, sama seperti paparan UVA. Bahkan, efeknya bisa lebih buruk karena blue light bisa menembus dermis kulit lebih dalam daripada UVA dan UVB. Akibatnya, sinar biru memecah kolagen dan elastin dalam kulit yang membuat kulit kehilangan kekencangan dan elastisitasnya. 

2. Menyebabkan hyperpigmentation 

Bahaya blue light yang berikutnya adalah mendorong proses hyperpigmentation menjadi lebih cepat daripada sinar UV. Bahkan, semakin lama kamu berada di depan laptop dan smartphone, proses ini akan semakin cepat terjadi. Jika didiamkan begitu saja, bisa berujung pada timbulnya bercak hitam pada kulit. 

3. Memengaruhi regenerasi kulit di malam hari 

Semua wanita tahu bahwa malam hari adalah waktunya kulit untuk regenerasi. Karenanya, setiap malam sebelum tidur, kamu wajib melakukan skincare routine untuk menjaga kesehatan dan kecantikan kulit. Akan tetapi, jika malam sebelum tidur pun kamu masih asik main gadget, maka bahaya blue light akan menghambat proses regenerasi tersebut. 

 

Ternyata ancaman kesehatan kulit tidak datang dari UVA dan UVB saja, ya. Ada juga bahaya blue light yang berasal dari perangkat digital. Untuk mencegah efek buruknya, kamu perlu rangkaian skincare yang bisa melindungi serta memperbaiki kerusakan kulit akibat bahaya blue light. Kamu bisa mengandalkan Wardah Lightening Series yang mengandung Advanced Niacinamide untuk melindungi kulit dari blue light. Selain itu, kulit pun jadi lebih cerah dan tetap terlindungi, meskipun kamu selalu menatap layar smartphone dan laptop selama WFH atau belajar online.

Recommended For You

Last Articles