Filler wajah belakangan ini semakin populer karena prosedurnya instan dan hasilnya langsung terlihat tanpa harus operasi. Tapi, di balik popularitasnya, wajar kalau muncul pertanyaan: apakah filler aman? dan apa saja efek samping filler yang perlu dipertimbangkan?
Yuk, bareng-bareng mari kita bahas lebih dalam soal keamanan filler, potensi risikonya, dan apa yang bisa kamu lakukan agar prosedurnya aman dan hasilnya tetap maksimal.
Secara umum, prosedur filler wajah tergolong aman jika dilakukan oleh tenaga medis profesional, seperti dokter estetika berpengalaman dan bersertifikat. Produk filler yang telah mendapat izin edar dari BPOM atau lembaga medis internasional juga dirancang untuk meminimalkan risiko iritasi atau reaksi alergi. Artinya, bahan-bahan yang digunakan sudah melalui uji keamanan dan kualitas.
Namun, keamanan prosedur filler tetap bergantung pada banyak faktor, seperti:
Jadi, kalau kamu berencana melakukan filler, penting untuk tidak hanya melihat harga, tapi juga kredibilitas klinik dan pengalaman tenaga medis yang akan melakukan tindakan prosedur filler.
Seperti prosedur estetik lainnya, filler wajah tetap memiliki risiko efek samping meskipun bersifat non-invasif. Efek samping yang muncul umumnya ringan, sementara, dan bisa ditangani dengan baik asalkan kamu tahu cara merawatnya. Berikut ini beberapa efek samping yang perlu kamu ketahui:
Reaksi ini paling sering terjadi beberapa jam setelah penyuntikan. Area yang disuntik akan tampak kemerahan, sedikit hangat, dan bengkak. Kondisi ini normal dan bisa diatasi dengan kompres dingin. Biasanya akan mereda dalam satu hingga dua hari dengan kompres dingin.
Memar bisa muncul akibat pecahnya pembuluh darah kecil di area suntik. Efek samping ini umum terjadi dan tidak berbahaya. Memar akan mereda dalam 2–5 hari tanpa perawatan khusus. Kompres dingin bisa membantu mengurangi warna kebiruan lebih cepat.
Kamu mungkin akan merasakan sedikit nyeri atau tekanan di area yang disuntik, terutama jika filler dilakukan di area sensitif seperti bawah mata. Sensasi ini biasanya berlangsung singkat dan bisa ditangani dengan obat anti nyeri ringan jika diperlukan.
Kadang, filler yang tidak merata bisa menyebabkan benjolan kecil atau asimetri ringan. Jika ini terjadi, dokter bisa melakukan pemijatan lembut atau koreksi lanjutan jika diperlukan untuk memperbaikinya. Karena itu, teknik penyuntikan dan pengalaman dokter sangat penting agar kesalahan tidak terjadi.
Meskipun jarang terjadi, infeksi bisa muncul jika area suntikan tidak steril atau perawatan pasca prosedur tidak dilakukan dengan benar. Tanda-tandanya bisa berupa nyeri hebat, kemerahan parah, atau keluarnya cairan dari area suntik. Bila muncul gejala ini, segera hubungi dokter.
Sebagian kecil orang mungkin mengalami reaksi alergi terhadap bahan filler jika tubuh tidak cocok dengan bahan tertentu. Gejalanya bisa berupa ruam, gatal hebat, atau pembengkakan ekstrem. Inilah mengapa konsultasi awal dengan dokter sangat penting sebelum prosedur filler dilakukan.
Untuk meminimalkan risiko dan mendapatkan hasil terbaik, kamu bisa ikuti beberapa tips berikut:
Setiap orang punya respons tubuh yang berbeda terhadap prosedur filler. Ada yang langsung cocok tanpa efek berarti, ada juga yang mengalami reaksi ringan. Penting untuk tidak menyamaratakan pengalaman orang lain dan tetap fokus pada kondisi kulitmu sendiri, ya, Beauties.
Masih penasaran soal apakah filler aman? Kalau kamu ingin tahu lebih lanjut tentang berapa lama efek filler bisa bertahan dan bagaimana cara mempertahankan hasilnya, yuk lanjutkan baca artikel tentang berapa lama filler bertahan di wajah? untuk informasi lebih lengkap!