Beauties, noda gelap yang tiba-tiba muncul di kulit secara tidak merata akibat hiperpigmentasi memang bikin kurang percaya diri. Hiperpigmentasi bisa dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari paparan sinar matahari, perubahan hormon, hingga bekas peradangan.
Nah, untuk memilih perawatan yang sesuai, Beauties perlu memahami tentang hiperpigmentasi dan penyebabnya terlebih dulu. Di artikel ini, kita akan bahas tuntas tentang hiperpigmentasi dan penyebabnya, serta cara mencegahnya agar warna kulit tetap merata. Yuk, simak artikel ini sampai akhir, Beauties!
Dilansir Cleveland Clinic, hiperpigmentasi adalah kondisi ketika kulit menghasilkan melanin berlebih sehingga muncul area yang warnanya lebih gelap. Secara sederhana, proses ini terjadi ketika sel penghasil warna kulit atau melanosit menjadi lebih aktif.
Ketika melanin diproduksi lebih banyak, warnanya naik ke permukaan dan jadilah noda gelap tersebut. Banyak Beauties yang tidak menyadari terjadinya hiperpigmentasi ini karena awalnya hanya terlihat seperti flek, noda bekas jerawat, atau area yang tampak kusam saja. Apalagi, area tersebut tidak gatal atau sakit.
Lama kelamaan, hiperpigmentasi akan muncul lebih jelas sebagai bintik-bintik atau bercak cokelat, hitam, abu-abu, atau merah muda (tergantung warna kulit). Bercak ini bisa muncul di area mana saja, terutama di area kulit yang sering terpapar matahari (wajah, leher, dada).
Beauties, setiap penyebab hiperpigmentasi memberikan respon yang berbeda pada kulit sehingga cara merawatnya juga berbeda. Banyak Beauties mengalami perubahan signifikan setelah memahami penyebab hiperpigmentasi dan merawatnya secara tepat.
Misalnya, jika noda gelap muncul akibat bekas jerawat, perawatan yang fokus pada calming dan formula lembut akan lebih efektif. Namun, kalau pemicunya sinar matahari, maka perlindungan harian dengan sunscreen jadi kunci utamanya.
Bentuk hiperpigmentasi bisa berbeda pada tiap orang karena penyebabnya juga beragam. Dilansir Harvard Health Publishing, berikut ini beberapa penyebab umum terjadinya hiperpigmentasi.
Paparan sinar UV memicu melanosit menghasilkan lebih banyak melanin sebagai bentuk perlindungan. Inilah alasan kenapa area kulit yang sering kena matahari cenderung lebih gelap.
Untuk mengelolanya, kamu bisa rutin pakai sunscreen setiap hari supaya kulit tetap terlindungi. Tekstur sunscreen yang ringan seperti gel biasanya lebih nyaman untuk dipakai di luar ruangan.
Jerawat yang meradang memberi sinyal pada kulit untuk memproduksi melanin. Ini yang bikin bekas jerawat menghitam dan butuh waktu lebih lama untuk memudar.
Kalau bekas jerawat jadi lebih gelap, kamu bisa menambahkan serum pencerah dalam rutinitas harian yang bekerja secara bertahap. Pemakaian rutin biasanya memberi hasil yang lebih baik.
Perubahan hormon bisa bikin produksi melanin meningkat sehingga muncul noda gelap pada area tertentu. Kondisi ini sering dialami saat kehamilan atau penggunaan kontrasepsi.
Dalam kondisi seperti ini, fokus pada perawatan yang lembut dan konsisten saja, ya, Beauties. Ini akan membantu menjaga kondisi kulit kamu tetap stabil.
Gesekan dari pakaian, kebiasaan menggaruk, atau produk yang terlalu keras bisa memicu produksi melanin. Ketiak dan leher adalah area yang paling sering mengalami kondisi ini. Untuk mencegahnya, kamu bisa memilih produk yang lebih lembut dan hindari menggosok kulit terlalu kuat, terutama ketika mandi.
Perawatan kulit yang tepat dan teratur akan mengurangi risiko hiperpigmentasi. Beauties bisa coba beberapa cara perawatan ini, ya.
Melindungi Kulit dari Sinar UV
Lindungi kulit kamu dengan sunscreen. Penggunaan sunscreen selalu jadi langkah penting untuk merawat kulit yang mengalami hiperpigmentasi. Perlindungan dari sinar UV membantu mencegah stimulasi melanin.
Kamu bisa pilih sunscreen dengan kadar SPF sesuai kebutuhan aktivitas. Kalau kamu lebih banyak beraktivitas di luar ruangan, sunscreen dengan SPF50 akan lebih tepat untuk memberi perlindungan di kulit. Sebaliknya, kalau aktivitasmu lebih banyak di area indoor, sunscreen dengan SPF30 sudah sangat cukup.
Selain itu, pilih sunscreen dengan tekstur yang nyaman di kulit. Kalau sunscreen tidak terasa berat di kulit, maka kamu pun akan lebih konsisten menggunakannya.
Tambahkan serum dengan kandungan pencerah dalam rutinitas skincare harian. Bahan aktif seperti niacinamide atau vitamin C membantu menstabilkan produksi melanin.
Kedua bahan tersebut bekerja perlahan sehingga aman untuk digunakan setiap hari. Pastikan juga teksturnya ringan sehingga mudah menyerap dan tetap nyaman saat dipakai di siang hari.
Kulit yang lembab lebih mudah menyeimbangkan produksi melanin. Kondisi kulit yang terhidrasi juga lebih tahan terhadap iritasi. Kamu bisa memilih pelembab yang sesuai jenis kulit supaya kulit tetap terasa nyaman sepanjang hari, Beauties.
Perubahan warna kulit akibat hiperpigmentasi memang bisa muncul secara tiba-tiba dan bikin kamu bingung. Dengan memahami apa itu hiperpigmentasi kulit dan penyebabnya, kamu bisa melakukan perawatan dengan langkah-langkah yang tepat dan teratur.
Selain itu, kenali juga berbagai jenis hiperpigmentasi, ya. Kamu bisa lanjut mempelajari lebih detail setiap jenisnya dengan baca artikel jenis hiperpigmentasi.