Colorfit Last All Day Lip Paint Around the World (Limited Edition). Get special price only 55K for 100 early buyers
My Account

0 Beauty Point

Isu soal kepedulian lingkungan sudah lama digemakan di Indonesia. Sadar akan pentingnya menjaga lingkungan, berbagai pihak semakin semangat mengampanyekan soal aksi ini. Tidak ketinggalan, Wardah sebagai salah satu brand lokal berkonsep halal green beauty juga turut menggerakan masyarakat untuk senantiasa peduli pada lingkungan. 

Sebagai salah satu pilar utama Wardah Beauty Moves You, yaitu Pilar Lingkungan, Wardah mewujudkan komitmennya dalam memelihara bumi dengan menggandeng tujuh Brave Beauties. Ketujuh wanita hebat ini menunjukkan kepeduliannya pada lingkungan Indonesia dengan melakukan berbagai aksi yang inspiratif. Siapa saja mereka? 

 

1. Kirana Agustina

Pencemaran plastik di laut adalah salah satu isu serius yang perlu ditangani saat ini. Tidak hanya mengancam biota laut, kondisi tersebut juga berbahaya bagi ekosistem secara global dan manusia. Sadar akan hal ini, Kirana Agustina berperan aktif untuk mengurangi polusi laut. 

Selain sebagai aktivis polusi plastik laut, Kirana juga merupakan Specialist Engagement untuk National Plastic Action Partnership (NPAP). Ia memimpin keterlibatan para pemangku kepentingan baik dari pemerintah nasional, internasional, perusahaan, industri, dan organisasi non-pemerintah.

Bersama, mereka berkolaborasi untuk mendukung tercapainya target untuk mengurangi 70% polusi plastik laut pada 2025. Kirana juga menjadi wanita Indonesia pertama yang berlayar dan meneliti polusi plastik di Samudera Atlantik dalam ekspedisi “Round the World” yang seluruh awaknya adalah wanita.

 

2. Solfarina

Wardah Brave Beauties satu ini menunjukkan kepeduliannya pada ekosistem gajah. Solfarina merupakan seorang founder dari Rimba Satwa Foundation (RSF) yang berfokus pada konservasi gajah di Sumatera. Saat ini, RSF sudah memiliki enam belas anggota yang tersebar di beberapa suaka margasatwa di Riau. RSF memiliki beberapa program, di antaranya adalah Elephant Watchover, Mineral Enrichment, GPS Collar, Flora and Fauna Patrol, Breeding Area, Replanting, Conservation Education, dan masih banyak program lainnya. 

 

3. Nana Firman

Nana Firman adalah salah seorang Brave Beauties pada Pilar Lingkungan yang pernah memimpin upaya “Rekonstruksi Hijau” bersama WWF Indonesia selama masa pemulihan pasca tsunami Aceh dan Nias.

Tidak hanya itu, Nana juga turut mengorganisir Deklarasi Islam tentang perubahan iklim global dan ikut mendirikan jaringan Muslim yang berperan dalam penanganan krisis iklim global, yakni Global Muslim Climate Network (GMCN). Organisasi ini menyerukan kepada semua negara mayoritas Muslim untuk beralih dari pembangunan berbasis bahan bakar fosil ke pembangunan berbasis energi bersih dan terbarukan.

Berbagai aksi Nana Firman terkait kepedulian lingkungan membuatnya terpilih sebagai penerima White House Champion of Change untuk para pemuka agama yang berjuang melawan krisis iklim. Penghargaan tersebut diberikan oleh Presiden Barack Obama. Pada 2020 lalu, ia juga kembali menerima penghargaan Alfredo Sirkis Memorial Green Ring Award untuk para aktivis yang gigih berjuang mengurangi dampak perubahan iklim.

 

4. Swietenia Puspa Lestari

Swietenia merupakan seorang Wardah Brave Beauties yang mendirikan Divers Clean Action, sebuah komunitas yang berfokus pada sampah di laut. Gerakan yang ia ciptakan berhasil membuatnya mendapat berbagai penghargaan, di antaranya sebagai 100 Most Inspiring Women BBC dan 30 under 30 Forbes Asia di bidang social-entrepreneurship. Swietenia juga sempat hadir dalam Obama Leaders Asia Pacific 2019 sebagai peserta termuda.

 

5. Farwiza Farhan

Farwiza Fahran aktif bergerak di bidang lingkungan dengan mendirikan sebuah organisasi akar rumput, LSM HAKA. Lembaga ini mendorong perlindungan, konservasi, dan restorasi Kawasan Ekosistem Leuser di Aceh. Aksinya dalam melindungi Leuser membuat Farwiza mendapatkan penghargaan Whitley Award dan Future for Nature Award. Selain itu, Farwiza juga berperan bersama Leonardo Dicaprio dalam film Before the Flood, yang sebagian syutingnya dilakukan di Leuser.

 

6. Maurilla Sophianti Imron

Maurilla adalah seorang Wardah Brave Beauties yang mengampanyekan gaya hidup nol sampah lewat komunitas yang ia dirikan, Zero Waste Indonesia (ZWID). Komunitas ini merupakan komunitas berbasis online pertama di Indonesia yang didirikan pada 2018. Tujuannya adalah mengajak masyarakat Indonesia untuk mulai menjalani gaya hidup nol sampah (zero waste lifestyle). 

 

7. Andhyta Firselly Utami

Wardah Brave Beauties yang biasa disapa Afu ini adalah seorang peneliti dan pegiat kebijakan publik. Sebagai Environmental Economist di World Bank, Afu membantu pemerintah mendorong reformasi kebijakan publik yang lebih hijau.

Tidak hanya itu, Afu juga mendirikan Think Policy, yakni sebuah wadah bagi profesional muda di sektor kebijakan publik untuk belajar dan berkolaborasi demi kebijakan yang lebih baik di Indonesia. Afu juga sempat menjadi bagian dari tim yang mewakili almamaternya, Harvard University, dan menjadi juara pertama Shaping Future Governments: Global University Challenge.

 

Bersama Wardah, tujuh Brave Beauties ini mengajak kamu, para perempuan Indonesia, untuk menunjukkan kepedulian lingkungan dengan menjadi penggerak perubahan. Lewat semangat Wardah Beauty Moves You, Wardah menekankan bahwa perubahan tidak hanya dilakukan lewat langkah besar, tetapi langkah kecil yang konsisten juga akan mendatangkan manfaat.

 

Recommended For You

Last Articles