0
Notification(s)
You have 0 notification

0
Shopping Bag

Shopping Bag is empty
Ladies, keranjang belanja kamu masih kosong. Yuk belanja produk favoritmu sekarang!


Bincang Positif Bersama Dian Sastrowardoyo Tentang Arti Wanita Kuat dan Mandiri

April 16, 2021

Ladies, apakah kamu sudah kangen dengan Wardah Heart to Heart Series? Kabar baik buat kamu, Wardah Heart to Series kembali lagi tahun ini! Masih dengan host Dewi Sandra, Wardah Heart to Series akan menghadirkan narasumber-narasumber baru yang inspiratif di setiap episodenya untuk berbagi pengalaman dan pesan positif. Untuk episode pertama, Wardah mengundang Dian Sastrowardoyo untuk mengungkap apa itu arti wanita kuat dan mandiri dan cara Dian untuk memulai #LangkahBaikmuBerarti

 

Titik terendah dalam hidup Dian

Di balik kesuksesan seorang Dian Sastrowardoyo, tentu langkah-langkah yang diambil oleh Dian di masa kecil membawa peran yang besar. Dian mengawali ceritanya dengan mengajak kita untuk kembali ke masa lalunya, ke masa ia masih menjadi sosok anak rumahan yang dibesarkan oleh single parent sejak kelas 3 SD karena sang orang tua sudah bercerai.

Menjadi anak tunggal dari keluarga single parent bukanlah hal mudah untuk Dian. Semua menjadi semakin sulit ketika sang ayah meninggal dunia dan sang ibu harus berangkat ke luar negeri menempuh beasiswa S2. Semua dialami Dian saat ia masih duduk di bangku 1 SMP.

Mengingat momen ini sebagai the lowest point dalam hidup Dian, sempat terpikir pikiran-pikiran negatif dalam benak Dian. Namun, keterpurukan ini mengubah sudut pandang Dian dan memotivasinya untuk berkarya. “Agar tidak jatuh lebih dalam, aku mengukir prestasi,” itulah yang menjadi pedoman hidup Dian Sastrowardoyo sejak kecil hingga sekarang. 

 

Sempat dipandang sebelah mata karena faktor ekonomi

Masa kecil Dian tidak senantiasa menyenangkan, namun memberikan dampak besar bagi cara berpikir Dian sebagai orang dewasa. Terutama dalam aspek ekonomi, dimana dulu ia menyaksikan sendiri sosok wanita kuat dan mandiri dari diri sang ibu yang kerja keras tanpa henti bekerja di kantor dan mengurus anak seorang diri. 

Dian mengenang bagaimana dulu ia dipandang sebelah mata karena strata ekonomi yang lebih rendah, bahkan oleh keluarganya sendiri. Ada satu masa Dian merasakan penolakan dan diacuhkan oleh keluarga yang secara finansial lebih baik dari Dian. 

“Terus rajin belajar dan disiplin dalam hidup. Lihat nanti 10 tahun ke depan dan bandingkan lagi kondisi kamu dengan mereka yang menjatuhkan kamu,” itulah nasihat sang ibu yang membangkitkan semangat Dian untuk terus bekerja keras dan menorehkan karya positif. Bukan untuk menyombongkan diri atau mencari approval orang lain, melainkan untuk membawa dampak positif bagi orang lain. 

 

Kerja keras demi pendidikan tinggi

Sosok wanita adalah madrasah pertama dalam kehidupan. Seperti Dian yang belajar menjadi wanita kuat dan mandiri dari sang ibu yang pantang menyerah mengenyam pendidikan ke luar negeri, bekerja mencari uang demi menghidupi keluarga, dan menjadi orang tua yang baik bagi Dian. Hal-hal ini pun yang akhirnya mendorong Dian untuk bekerja sebagai model di usia 13 tahun hingga menjadi seorang aktris, seniman, dan business woman

Dian pun punya mimpi untuk mengejar pendidikan setinggi mungkin ke universitas ternama di luar negeri. Mimpi ini juga yang menjadi semangat kerja Dian untuk mengumpulkan pundi-pundi uang demi pendidikannya. Sayangnya, hidup punya jalannya tersendiri dan Dian tersadar bahwa mungkin memang bukan takdirnya untuk merealisasikan mimpi ini. That’s okay, karena banyak sekali berkah dan kesempatan emas yang Dian tangkap dengan menetap di Indonesia. 

 

Keputusan Dian untuk mengambil langkah baik

Walau Dian tidak sempat untuk merealisasikan mimpinya untuk berkuliah di luar negeri, Dian tidak ingin perjuangannya sia-sia. Uang yang sudah dikumpulkan sejak berkarier di usia 13 tahun tidak ingin Dian sia-siakan. Muncul keinginan di hati untuk membiayai kuliah para Dian-Dian kecil yang punya impian untuk berkuliah demi meningkatkan kualitas hidup keluarga. 

Dian mengambil langkah baik untuk mengambil 2-3 anak asuh per tahun yang terhalang faktor ekonomi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Program ini diberi nama Beasiswa Dian Sastrowardoyo yang sudah sampai di batch 3 per tahun 2021, di mana sudah ada 7 lulusan yang bekerja di berbagai bidang profesi seperti dokter dan pengacara. 

 

Berawal dari pengalaman hidupnya, Dian ingin terus mengambil langkah baik agar dirinya bisa diingat sebagai sosok yang selalu bisa melihat sisi baik dalam diri setiap orang. Langkah Baikmu Berarti, sebagaimana langkah baik Dian Sastrowardoyo sudah membawa manfaat besar bagi orang-orang di sekitarnya. Seperti Dian, kini waktunya untuk kita melangkah memberikan manfaat untuk orang lain. Bagikan 1 ide langkah baik yang ingin kamu lakukan dan yang bisa Wardah bantu wujudkan dengan klik di sini. Sebarkan manfaat positif bagi sesama bersama Wardah karena setiap #LangkahBaikmuBerarti.