Beauties, mungkin kamu pernah merasakan kulit jadi cepat kering atau muncul sensasi perih setelah mencuci muka. Ada kalanya kulit tiba-tiba terasa lebih sensitif padahal sebelumnya baik-baik saja. Akibatnya, kamu kebingungan karena merasa hanya memakai facial wash seperti biasanya.
Beberapa reaksi tersebut bisa muncul akibat kandungan SLS dalam pembersih wajah. Banyak orang tidak mengalami masalah, tetapi sebagian lainnya justru merasakan ketidaknyamanan karena kulitnya kurang cocok.
Yuk, cari tau efek samping SLS untuk kesehatan kulit lebih lengkap!
SLS atau Sodium Lauryl Sulfate merupakan surfaktan yang berfungsi mengangkat minyak, debu, dan kotoran dari permukaan kulit. Kandungan ini mampu menghasilkan busa melimpah sehingga terasa efektif saat digunakan.
Nah, dari cara kerjanya tersebut, kemampuan SLS dalam mengangkat minyak tergolong cukup kuat. Untuk sebagian orang, terutama pemilik kulit berminyak, formulanya terasa pas. Namun pada tipe kulit kering atau sensitif, justru bisa mengganggu keseimbangan minyak alami kulit, lho!
Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk memahami respons kulitmu. Saat lapisan minyak alami terangkat terlalu banyak, kulit dapat kehilangan kelembapan dan menjadi lebih rentan iritasi.
Dengan memperhatikan respons kulit setelah pemakaian rutin cleanser, kamu bisa menilai cleanser yang menggunakan SLS sudah sesuai dengan kebutuhan kulitmu atau tidak.
Tidak semua orang mengalami efek samping, tetapi beberapa reaksi berikut cukup sering ditemui. Perhatikan beberapa efek samping penggunaan SLS di bawah ini, ya!
SLS dapat mengangkat minyak alami kulit lebih banyak dari yang diperlukan. Saat lapisan pelindung ini hilang, kulit kehilangan kelembapannya sehingga terasa ketarik, kasar, atau bahkan mengelupas. Kondisi ini biasanya terlihat ketika membersihkan wajah terlalu sering atau digabungkan dengan air yang terlalu panas.
Bagi kamu yang memiliki kulit sensitif, SLS bisa menimbulkan sensasi tidak nyaman setelah mencuci muka. Area seperti pipi dan sekitar hidung yang memiliki lapisan kulit lebih tipis biasanya menunjukkan reaksi lebih cepat. Sensasi seperti perih, panas, atau tingling sensation (cekit-cekit) dapat muncul beberapa menit setelah wajah dibilas.
Saat skin barrier mulai melemah, kulit menjadi lebih mudah menunjukkan tanda iritasi. Kemerahan bisa muncul lebih cepat, saat kamu menggunakan produk skincare lain dengan bahan aktif seperti retinol atau AHA/BHA. Kombinasi pembersih yang terlalu kuat dengan produk aktif dapat membuat kulit bekerja ekstra dan menjadi lebih sensitif.
Kulit yang terlalu kering akibat penggunaan SLS, dapat memproduksi minyak lebih banyak. Ketika minyak berlebih bercampur dengan sel kulit mati, pori-pori akan lebih mudah tersumbat dan memunculkan komedo atau jerawat kecil. Reaksi ini sering terjadi perlahan sehingga banyak yang tidak langsung menyadarinya, ya.
Walaupun SLS bukan bahan berbahaya, ada beberapa kondisi kulit yang biasanya kurang cocok dengan kandungan ini. Kulit sensitif atau mengalami eczema sering kali tidak nyaman dengan SLS karena formulanya terlalu kuat. Kulit kering atau mudah mengelupas juga lebih aman memakai pembersih tanpa SLS agar kulit tidak kehilangan hidrasi.
Bagi kamu yang sedang memperbaiki skin barrier, pilihlah cleanser yang lebih gentle. Reaksi kulit juga bisa berubah dari waktu ke waktu sehingga penting untuk memperhatikan respons dari kulitmu.
Sebagai pengganti SLS, ada berbagai jenis surfaktan yang formulanya lebih mild dan tidak mengangkat minyak alami kulit secara berlebihan. Pilihan ini bisa membantu menjaga keseimbangan kulit, terutama kalau kamu sering merasa kulit cepat kering atau perih setelah mencuci muka. Beberapa surfaktan yang lebih gentle dari SLS, antara lain:
Bahan-bahan tersebut bekerja membersihkan dengan lebih gentle sehingga kulit tidak mudah kering, panas, atau mengalami iritasi. Untuk kamu yang sering merasakan sensasi tidak nyaman setelah memakai cleanser berbasis SLS, surfaktan alternatif ini bisa menjadi pilihan yang lebih aman dan menenangkan, lho!
Setelah menemukan formula yang lebih gentle, penggunaan produk skincare pada tahap selanjutnya akan terasa lebih nyaman dan efektif.
Jadi, Beauties, penting memilih cleanser yang tepat untuk menjaga skin barrier dan membuat kulit lebih siap menerima skincare selanjutnya. Untuk kamu yang ingin mengetahui dan menemukan produk facial wash tanpa SLS, kamu bisa membaca rekomendasi facial wash tanpa SLS, ya.