Beauties, pernahkah kamu merasa noda gelap di wajah akibat hiperpigmentasi muncul dengan bentuk yang berbeda-beda? Kadang berupa flek kecil dan kadang malah seperti bayangan gelap yang lebih luas. Nah, saat belum tahu jenis hiperpigmentasi, kamu mungkin bingung bagaimana cara mengatasinya.

Tiap jenis hiperpigmentasi punya ciri tersendiri dan faktor pemicunya pun berbeda. Oleh sebab itu, dengan memahami jenis-jenisnya, kamu bisa memilih langkah perawatan yang tepat tanpa coba-coba. Yuk, kita bahas lebih dalam apa saja jenis hiperpigmentasi dan ciri-cirinya, serta cara mengatasinya dengan perawatan yang tepat.

Pentingnya Memahami Jenis Hiperpigmentasi

Setiap kondisi hiperpigmentasi muncul dari pemicu yang berbeda sehingga perawatannya juga tidak sama. Dengan mengetahui jenis dan penyebab hiperpigmentasi, Beauties bisa mengatur rutinitas perawatan yang lebih efektif. 

Misalnya, noda yang muncul akibat jerawat cenderung akan lebih cepat memudar kalau kamu fokus pada calming dan bahan pencerah yang lembut. Berbeda dengan hiperpigmentasi akibat paparan sinar matahari yang membutuhkan perlindungan sunscreen setiap hari.

Jenis Hiperpigmentasi, Ciri, dan Perawatannya

Bintik hitam di wajah atau kulit belang sering bikin bingung. Sebenarnya itu jenis hiperpigmentasi yang mana? Supaya Beauties tidak salah kaprah, yuk, kenali berbagai jenis hiperpigmentasi. Dilansir Medical News Today, berikut ini jenis hiperpigmentasi, ciri, dan cara perawatannya.

1. Post Inflammatory Hyperpigmentation (PIH)

PIH terjadi setelah kulit mengalami inflamasi. Jerawat, iritasi, atau luka kecil memberi sinyal ke melanosit untuk memproduksi lebih banyak melanin saat proses penyembuhan luka. Akibatnya, area tersebut pun menggelap.

Nah, untuk perawatan PIH, Beauties bisa fokus pada skincare yang menenangkan kulit dan memakai bahan aktif yang bekerja perlahan untuk mencerahkan. Niacinamide, kojic acid, atau vitamin C adalah dua bahan aktif yang bisa kamu gunakan untuk membantu memudarkan warna gelap di kulit akibat PIH secara bertahap.

2. Melasma

Melasma adalah bentuk hiperpigmentasi yang dipengaruhi oleh perubahan hormon (terutama di masa kehamilan), paparan sinar UV, genetik, stres, atau penyakit tiroid. Cirinya berupa bercak-bercak berwarna kecokelatan yang muncul di pipi, dahi, atau area atas bibir. Terkadang, bercak ini juga bisa muncul di area tangan dan leher.

Kalau melasma yang kamu alami cukup bandel, kombinasikan sunscreen dengan skincare yang teksturnya ringan. Ini akan membantu menstabilkan kondisi kulit. Namun, pastikan kamu menggunakannya secara teratur, ya, Beauties.

3. Freckles dan Lentigo

Freckles adalah bintik-bintik kecil yang cenderung bertambah gelap saat terkena matahari. Sementara itu, lentigo biasanya muncul sebagai noda datar yang lebih jelas pada area yang sering terpapar sinar UV.

Untuk kondisi ini, perlindungan terhadap sinar matahari punya peran sangat besar. Jadi, kamu bisa memilih sunscreen dengan tekstur ringan dan nyaman supaya makin rajin pakainya setiap hari.

4. Hiperpigmentasi Akibat Gesekan

Gesekan dari pakaian, kebiasaan menggaruk, atau tekanan berulang bisa membuat area tertentu menggelap. Biasanya muncul di area lipatan atau bagian tubuh yang sering terkena gesekan.

Cara meringankannya adalah dengan menghindari gesekan berlebih dan memakai produk yang formulanya lembut. Hindari menggosok kulit terlalu kuat terutama saat mandi, ya, Beauties.

Cara Mengurangi Risiko Hiperpigmentasi

Setelah mengenal jenis-jenisnya, kamu mungkin bertanya langkah apa yang bisa membantu mencegah dan mengurangi hiperpigmentasi. Dua cara ini bisa Beauties lakukan secara rutin agar hasilnya lebih maksimal.

1. Hindari Paparan Sinar UV Secara Berlebihan

Pastikan kulit terlindungi dari paparan sinar UV berlebih. Perlindungan ini membantu mengurangi aktivitas melanin, terutama pada kulit yang rentan. Penggunaan sunscreen yang teksturnya sesuai dengan kebutuhan kulit adalah langkah paling penting.

2. Gunakan Skincare dengan Bahan Aktif Pencerah

Niacinamide, vitamin C, atau bahan aktif lain dengan fungsi pencerah membantu menstabilkan produksi melanin. Kandungan ini bekerja secara bertahap sehingga cocok untuk pemakaian jangka panjang.

Tambahkan serum pencerah dalam rutinitas skincare untuk bantu warna kulit terlihat lebih merata. Rutin memakai pelembab juga akan mendukung proses perbaikan kulit.

Rawat Kulit Hiperpigmentasi dengan Tepat dan Teratur

Setiap jenis hiperpigmentasi punya faktor pemicu dan cara perawatan yang berbeda. Jadi, dengan mengenali berbagai jenis hiperpigmentasi tadi, maka Beauties bisa melakukan perawatan yang tepat.

 

Kalau ingin mempelajari langkah pencegahan dan cara mengatasinya dengan lebih detail, kamu bisa lanjut membaca artikel cara mencegah dan mengatasi hiperpigmentasi.  Rutinitas perawatan kulit pasti makin terarah dan sesuai kebutuhan kulitmu.

4 Jenis Hiperpigmentasi, Ini Ciri dan Cara Mengatasinya

Recommended For You

Last Articles

  ×