Dalam dunia perawatan kulit, ada banyak bahan aktif dengan manfaat luar biasa. Namun, tidak semua bahan tersebut bisa digunakan bersamaan, ya, Beauties. Beberapa kombinasi justru bisa menimbulkan iritasi, membuat kulit kering, atau bahkan mengurangi efektivitas produk.

Itulah sebabnya penting untuk memahami kandungan skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan. Dengan mengetahuinya, kamu bisa merancang rutinitas skincare yang lebih aman dan efektif. Yuk, simak lebih detail apa saja bahan aktif tersebut.

Retinol dengan AHA/BHA

Retinol terkenal mampu membantu regenerasi sel kulit, memperbaiki tekstur, serta mengurangi tanda penuaan dini. Sementara itu, AHA (seperti glycolic acid) dan BHA (seperti salicylic acid) berfungsi sebagai eksfoliator kimia yang membantu mengangkat sel kulit mati serta membersihkan pori-pori.

Jika digunakan bersamaan, kombinasi keduanya bisa membuat kulit over-exfoliation, iritasi, hingga merusak skin barrier. Kulit yang terlalu sering terpapar keduanya juga bisa menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari.

Untuk meminimalisir risiko iritasi, sebaiknya gunakan keduanya secara bergantian di hari yang berbeda. Misalnya, Senin gunakan retinol terlebih dahulu. Selanjutnya, pada Selasa, gunakan AHA/BHA. Tujuannya agar kulit tetap mendapat manfaat tanpa kehilangan keseimbangannya.

Vitamin C dengan Niacinamide

Vitamin C kaya antioksidan yang mampu melawan radikal bebas, mencerahkan kulit, dan membantu produksi kolagen. Niacinamide terkenal efektif menenangkan kulit, memperbaiki skin barrier, serta meratakan warna kulit.

Jika kamu menggunakannya secara bersamaan dalam satu rutinitas, vitamin C dan niacinamide bisa saling menetralkan sehingga manfaatnya tidak maksimal. Selain itu, kombinasi keduanya bisa menyebabkan kulit terasa lebih hangat atau kemerahan pada sebagian orang.

Untuk lebih amannya, gunakan vitamin C di pagi hari sebagai perlindungan dari polusi dan sinar matahari. Selanjutnya, gunakan niacinamide di malam hari untuk memperbaiki kulit saat beristirahat.

Benzoyl Peroxide dengan Retinol

Benzoyl peroxide dan retinol dikenal sebagai bahan aktif yang bersifat keras. Benzoyl peroxide bekerja dengan membunuh bakteri penyebab jerawat dan mengurangi peradangan. Sementara itu, retinol membantu mempercepat proses regenerasi kulit dan mencegah pori-pori tersumbat.

Ketika digunakan bersamaan, keduanya bisa membuat kulit kering, mengelupas, dan rentan iritasi. Keseimbangan skin barrier juga bisa terganggu sehingga kulit semakin sensitif.

Solusi terbaik adalah menggunakannya di waktu yang berbeda. Gunakan benzoyl peroxide di pagi hari untuk mengontrol bakteri. Di malam hari, kamu bisa gunakan retinol agar kulit tetap mendapat manfaat anti-aging tanpa risiko iritasi berlebih.

AHA/BHA dengan Vitamin C

AHA/BHA membantu eksfoliasi sel kulit mati, sedangkan vitamin C membutuhkan kondisi pH tertentu untuk bekerja optimal. Saat dipakai bersamaan, keduanya bisa membuat kulit iritasi, lebih sensitif, bahkan menurunkan efektivitas vitamin C.

Kombinasi keduanya juga bisa menimbulkan rasa perih pada kulit sensitif yang belum terbiasa dengan bahan aktif. Nah, cara terbaik adalah menggunakan vitamin C di pagi hari bersama sunscreen untuk melawan radikal bebas.

Aplikasikan AHA/BHA hanya beberapa kali seminggu di malam hari. Dengan begitu, manfaat keduanya tetap bisa diperoleh tanpa saling mengganggu.

Kenali Bahannya dan Gunakan dengan Bijak

Merancang rutinitas skincare memang perlu perhatian ekstra agar manfaat setiap kandungan bisa bekerja maksimal. Jangan asal menggabungkan produk hanya karena sedang tren, ya, Beauties!

Pahami interaksi antar bahan aktif dan sesuaikan dengan kondisi kulitmu. Jangan lupa memberikan waktu bagi kulit untuk beradaptasi sambil memerhatikan reaksi kulit. 

Ingin belajar lebih dalam bagaimana cara mix and match bahan skincare? Yuk, langsung cek artikel Belajar Mix & Match Skincare Ingredients di website Wardah Beauty.

Kandungan skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan

Recommended For You

Last Articles

  ×